Artha Ratu Nauli

An over-thinker. Adventurer.
Graduated as Petroleum engineer.
Super random person you'll ever meet.

July 03, 2015

Penerima Zakat

Buat teman-teman muslim yang sudah memiliki penghasilan sendiri, jangan lupa yaa... zakat 2.5 %.

In case ada yang masih bingung mau bayar zakat penghasilannya kemana, berikut adalah daftar penerima zakat, yang terdiri dari 8 (delapan) golongan:

1. Fakir (al Fuqara) – adalah orang yang tiada harta pendapatan yang mencukupi untuknya dan keperluannya. Tidak mempunyai keluarga untuk mencukupkan nafkahnya seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal.

2. Miskin (al-Masakin) – mempunyai kemampuan usaha untuk mendapatkan keperluan hidupnya akan tetapi tidak mencukupi sepenuhnya

3. Amil – orang pengelola dana zakat.

4. Muallaf – seseorang yang baru memeluk agama Islam.

5. Riqab – seseorang yang terbelenggu dan tiada kebebasan diri.

6. Gharimin – penghutang muslim yang tidak mempunyai sumber untuk menjelaskan hutang yang diharuskan oleh syarak pada perkara asasi untuk diri dan tanggungjawab yang wajib ke atasnya.

7. Fisabilillah – orang yang berjuang, berusaha dan melakukan aktiviti untuk menegakkan dan meninggikan agama Allah.

8. Ibnu Sabil – musafir yang kehabisan bekalan dalam perjalanan atau semasa memulakan perjalanan dari negaranya yang mendatangkan pulangan yang baik kepada Islam dan umatnya atau orang Islam yang tiada perbekalan di jalanan.


Seringkali kita bingung, apakah Yatim/Piatu/Yatim piatu  termasuk kedalam golongan penerima zakat? jawabannya adalah Tidak. Kecuali apabila mereka termasuk ke dalam golongan yang 8 tadi , maka mereka bisa menerima zakat.

Just information. Semoga bermanfaat. :)

September 28, 2014

Thought

Segala yang gak halal, cuma akan 'terlihat' bahagia padahal tidak, sama sekali gak bahagia. 

Hanya dengan menjalani perintah Allah hati menjadi tenang.. 
Melakukan yang tidak diajarkan dalam Islam tidak lebih dari buang buang waktu energi dan pasti ada yg mengganjal di hati.. Ga akan bahagia karena tidak ada ridho Allah di dalamnya.. 
Itulah kenapa umumnya orang yg pacaran wajahnya terlihat redup, tidak bercahaya, auranya gelap.. Terlihat susah walaupun senyum sumringah..
Org yg jomblo/tidak pacaran atau yg nikah biasanya wajahnya cerah.. Auranya lebih keluar.. Matanya bercahaya bahagia.. 
Hmmm
Just my thought. No offense. Dont take it personally. ๐Ÿ˜Š

June 30, 2014

When You Are Angry

Kalau kamu marah, tahan.
Kalau kamu capek, tahan.
Kalau kamu gak mood, tahan.
Kalau kamu lagi senggol bacok,tahan.
Kalau kamu lagi malas, tahan.
Kalau kamu lagi bรชte, tahan.
Apa yang harus dilakukan?
Sembunyi di gua?
Oh iya! Allah maha pembolak balik hati. Cara terbaik adalah berdoa, supaya ia membalikkan hati agar menjadi bahagia, agar semangat, agar sabar, agar tenang…
Sungguh cinta kasih tidak akan datang dari kemarahan. Cinta tidak akan hadir dari kalimat ketus. Cinta akan pergi dengan sikap dingin. CInta tidak akan tumbuh dari kata ‘iya’ ‘gak.’ ‘ok.’ ‘tks.’ Apalagi tanda seru sebanyak 3 hingga 5. Cinta secara general, bukan hanya cinta antar pasangan. Ketus tiada berguna. Tiada guna galak. Ga ada manfaatnya marah.  Karena hati manusia itu hanya akan condong pada kelembutan. Hati manusia hanya akan condong pada keramahan. Nothing else.

April 23, 2014

Ada

Ada lho, orang disini yang menyebut nama kamu dalam tiap doanya..

Ada lho, orang disini yang mendoakan kamu diam-diam..

Kamu ga perlu tau.. gapapa kalau ga tau..

Ada yang mendoakan kamu agar kamu menjadi orang baik.. Ada..

Ada yang tiap tengadah tangannya meminta agar kamu dicahayai.. Ada...

Udah, ga perlu tau..

Dia pun ga tau kamu disana bagaimana. Doanya udah sampai kesana apa belum, dia gak tau, dan mungkin juga gak perlu tau.

Apa efek atas doanya saat ini terhadap kamu, dia ga tau, dan gak perlu tau.

Bahkan kenapa dia mendoakan kamu pun dia tak tau.

Dia cuma berdoa. Dia cuma ingin mendapat kabar kalau kamu menjadi orang baik. Menjadi orang yang dekat dengan Tuhan. Itu saja.

Iya, ada...

March 21, 2014

Mudahkan, jangan mempersulit



Rasulullah saw bersabda, “yassiru wala tu’assiru wabasysyiru wala tunafiru”, mudahkanlah dan janganlah engkau persulit orang lain dan berilah kabar gembira pada mereka, jangan membuat mereka menjadi lari (HR. Bukhari).


Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang meringankan penderitaan seorang mukmin di dunia, niscaya Allah akan meringankan penderitaan (kesulitan)nya kelak di hari Kiamat dan BARANGSIAPA YANG MEMUDAHKAN URUSAN ORANG YANG MENGALAMI KESULITAN, NISCAYA ALLAH AKAN MEMUDAHKAN URUSANNYA DI DUNIA DAN AKHIRAT (HR. Muslim)”.


“Mudahkanlah dan jangan mempersulit, sampaikan kabar gembira dan jangan menakut-nakuti.” (HR. Bukhari & Muslim)

March 17, 2014

Ihdina s-siraata l-mustaqiim




“Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah: 6-7)

Beberapa waktu terakhir ini entah kenapa kepikiran banget dengan ayat ini, khususnya Al-Fatihah:6.

Dalam sehari berapa kali coba kita memanjatkan kata-kata itu? minimal 17 kali! itu kalau yang shalatnya wajib doang 5 waktu, belum lagi kalau ditambah shalat sunnah. Berapa kali dalam sehari coba??

Pertanyaannya....... Are you serious? i mean, beneran lo:?

Jalan yang lurus itu yang seperti apa?

( ุงู‡ْุฏِู†َุง ุงู„ุตِّุฑَุงุทَ ุงู„ْู…ُุณْุชَู‚ِูŠู…َ ) ‘Tunjukilah kami jalan yang lurus’ maksudnya: tuntunlah kami, bimbinglah kami dan arahkan kami kepada jalan yang lurus, yaitu jalan yang sangat jelas yang menghantarkan kepada Allah (Subhaanahu wa Ta’ala) dan kepada surga-Nya, yaitu mengetahui kebenaran dan melaksanakannya. Tunjukilah kami kepada jalan, maka petunjuk kepada jalan adalah konsisten terhadap agama Islam dan meninggalkan agama-agama selainnya, dan petunjuk kepada jalan adalah meliputi petunjuk kepada seluruh perincian-perincian agama baik ilmu maupun amalannya. Oleh karena itu, doa ini adalah termasuk doa yang paling lengkap dan paling berguna bagi seorang hamba, dengan demikian maka wajiblah atas manusia untuk berdoa kepada Allah (Subhaanahu wa Ta’ala) dengan doa itu dalam setiap rakaat shalatnya karena butuhnya dia terhadap hal tersebut,
ูˆู‡ุฐุง ุงู„ุตุฑุงุท ุงู„ู…ุณุชู‚ูŠู… ู‡ูˆ:
Dan jalan yang lurus itu adalah:

( ุตِุฑَุงุทَ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุฃَู†ْุนَู…ْุชَ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ) ู…ู† ุงู„ู†ุจูŠูŠู† ูˆุงู„ุตุฏูŠู‚ูŠู† ูˆุงู„ุดู‡ุฏุงุก ูˆุงู„ุตุงู„ุญูŠู†. ( ุบَูŠْุฑِ ) ุตุฑุงุท ( ุงู„ْู…َุบْุถُูˆุจِ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ) ุงู„ุฐูŠู† ุนุฑููˆุง ุงู„ุญู‚ ูˆุชุฑูƒูˆู‡ ูƒุงู„ูŠู‡ูˆุฏ ูˆู†ุญูˆู‡ู…. ูˆุบูŠุฑ ุตุฑุงุท ( ุงู„ุถَّุงู„ِّูŠู†َ ) ุงู„ุฐูŠู† ุชุฑูƒูˆุง ุงู„ุญู‚ ุนู„ู‰ ุฌู‡ู„ ูˆุถู„ุงู„, ูƒุงู„ู†ุตุงุฑู‰ ูˆู†ุญูˆู‡ู…


( ุตِุฑَุงุทَ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุฃَู†ْุนَู…ْุชَ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ) ‘[Yaitu] jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka’ dari para Nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin (orang-orang shalih), ( ุบَูŠْุฑِ ) ‘bukan’ jalan
( ุงู„ْู…َุบْุถُูˆุจِ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ) ‘mereka yang dimurkai’ yang mengetahui kebenaran namun meninggalkan kebenaran tersebut seperti Yahudi dan semisal mereka (i.e yang mengikuti jalan/sunnah mereka, red), dan bukan pula jalan ( ุงู„ุถَّุงู„ِّูŠู†َ ) ‘mereka yang sesat’ (yakni) orang-orang yang meninggalkan kebenaran karena kebodohan dan kesesatan seperti Nashrani dan semisal mereka (i.e yang mengikuti jalan/sunnah mereka, red)

from here


Kenapa saya bilang begitu, soalnya gini, kita MINTA buat ditunjuki jalan yang lurus. Minta sampai berkali - kali dalam sehari. Pertanyaan lagi, kalian sadar gak sih kalau minta itu?

Sekarang kita minta -berkali - kali dalam sehari- jalan yang lurus. Dan Allah itu pasti mengabulkan permintaan hambaNYA kan. Nahh... Yang namanya petunjuk Allah itu bisa datang kapan aja, dimana aja, dan melalui apa/siapa aja. Sip.

Lalu, bagaimana kalau Allah sebenernya SUDAH mengabulkan doa kita itu, yaitu Allah tuh udah ngasih tau kita, Allah udah menunjuki kita jalan yang lurus.

TERUS KITANYA NGAPAIN??

Ibaratnya, tiap hari minta minta sesuatu. Giliran dikasih, eh malah ga diamalkan. Ga dikerjakan. Udah diberi tahu kalau "ini lho jalan yang lurus itu yang ini...", eh malah gak ditempuh jalannya.

Bingung gak sih,, kata Allah (permisalan aja), ini anak maunya apa sih. Minta minta ditunjuki jalan yang lurus, pas udah ditunjuki, gak mau nempuh. Maunya apasih.

So, sadarilah bahwa setiap hari kita tuh meminta agar ditunjuki jalan yang lurus.

Jadi, saat sebetulnya kita sudah berasa telah ditunjuki jalan yang lurus itu yang mana, maka tempuhlah.

Jangan jadi orang yang plin plan.

*ngomong sama diri sendiri*

Semoga kita semua diberi petunjuk jalan yang lurus, dan diberi kekokohan hati untuk menempuh jalan lurus tersebut. Aamiin.. :)

March 06, 2014

Perintah Allah untuk Berlaku Lemah Lembut

Allah Ta’ala berfirman,
ูˆَุงุฎْูِุถْ ุฌَู†َุงุญَูƒَ ู„ِู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ
“Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. ” (QS. Al Hijr: 88)
Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi mengatakan, “’Berendah dirilah’ yang dimaksud dalam ayat ini hanya untuk mengungkapkan agar seseorang berlaku lemah lembut dan tawadhu’ (rendah diri).”1 Jadi sebenarnya ayat ini berlaku umum untuk setiap perkataan dan perbuatan, yaitu kita diperintahkan untuk berlaku lemah lembut. 

Ayat ini sama maknanya dengan firman Allah Ta’ala,
ูَุจِู…َุง ุฑَุญْู…َุฉٍ ู…ِّู†َ ุงู„ู„ู‡ ู„ِู†ุชَ ู„َู‡ُู…ْ ูˆَู„َูˆْ ูƒُู†ْุชَ ูَุธّุงً ุบَู„ِูŠุธَ ุงู„ู‚ู„ุจ ู„ุงَู†ْูَุถُّูˆุงْ ู…ِู†ْ ุญَูˆْู„ِูƒَ
“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imron: 159). Yang dimaksud dengan bersikap keras di sini adalah bertutur kata kasar.2 Dengan sikap seperti ini malah membuat orang lain lari dari kita.

 
Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Berlaku lemah lembut inilah akhlaq Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang di mana beliau diutus dengan membawa akhlaq yang mulia ini.”3 


Keutamaan Bertutur Kata yang Baik

Pertama: Sebab Mendapatkan Ampunan dan Sebab Masuk Surga
 
Dari Abu Syuraih, ia berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ، ุฏُู„َّู†ِูŠ ุนَู„َู‰ ุนَู…ِู„ٍ ูŠُุฏْุฎِู„ُู†ِูŠ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ
“Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga.” Beliau bersabda,
ุฅِู†َّ ู…ِู†ْ ู…ُูˆุฌِุจَุงุชِ ุงู„ْู…َุบْูِุฑَุฉِ ุจَุฐْู„ُ ุงู„ุณَّู„ุงู…ِ، ูˆَุญُุณْู†ُ ุงู„ْูƒَู„ุงู…ِ
“Di antara sebab mendapatkan ampunan Allah adalah menyebarkan salam dan bertutur kata yang baik.”4

Kedua: Mendapatkan Kamar yang Istimewa di Surga Kelak
 
‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar.” Kemudian seorang Arab Badui bertanya, “Kamar-kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau pun bersabda,
ู„ِู…َู†ْ ุฃَุทَุงุจَ ุงู„ْูƒَู„ุงَู…َ ูˆَุฃَุทْุนَู…َ ุงู„ุทَّุนَุงู…َ ูˆَุฃَุฏَุงู…َ ุงู„ุตِّูŠَุงู…َ ูˆَุตَู„َّู‰ ู„ِู„َّู‡ِ ุจِุงู„ู„َّูŠْู„ِ ูˆَุงู„ู†َّุงุณُ ู†ِูŠَุงู…ٌ
“Kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa saja yang tutur katanya baik, gemar memberikan makan (pada orang yang butuh), rajin berpuasa dan rajin shalat malam karena Allah ketika manusia sedang terlelap tidur.”5

Ketiga: Bisa menggantikan Sedekah
 
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุงู„ْูƒَู„ِู…َุฉُ ุงู„ุทَّูŠِّุจَุฉُ ุตَุฏَู‚َุฉٌ
“Tutur kata yang baik adalah sedekah.”6
Dari ‘Adi bin Hatim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู†َّุงุฑَ ูˆَู„َูˆْ ุจِุดِู‚ِّ ุชَู…ْุฑَุฉٍ ูَุฅِู†ْ ู„َู…ْ ุชَุฌِุฏُูˆุง ูَุจِูƒَู„ِู…َุฉٍ ุทَูŠِّุจَุฉٍ
“Selamatkanlah diri kalian dari siksa neraka, walaupun dengan separuh kurma. Jika kalian tidak mendapatkannya, maka cukup dengan bertutur kata yang baik.”7
Ibnul Qayyim mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan tutur kata yang baik sebagai pengganti dari sedekah bagi yang tidak mampu untuk bersedekah.”8
 
Ibnu Baththol mengatakan, “Tutur kata yang baik adalah sesuatu yang dianjurkan dan termasuk amalan kebaikan yang utama. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (dalam hadits ini) menjadikannya sebagaimana sedekah dengan harta. Antara tutur kata yang baik dan sedekah dengan harta memiliki keserupaan. Sedekah dengan harta dapat menyenangkan orang yang diberi sedekah. Sedangkan tutur kata yang baik juga akan menyenangkan mukmin lainnya dan menyenangkan hatinya. Dari sisi ini, keduanya memiliki kesamaan (yaitu sama-sama menyenangkan orang lain).”9

Keempat: Menyelematkan Seseorang dari Siksa Neraka
 
Dalilnya adalah hadits Adi bin Hatim di atas. Ibnu Baththol mengatakan, “Jika tutur kata yang baik dapat menyelamatkan dari siksa neraka, berarti sebaliknya, tutur kata yang kotor (jelek) dapat diancam dengan siksa neraka.”10

Kelima: Dapat Menghilangkan Permusuhan
 
Ibnu Baththol mengatakan, “Ketahuilah bahwa tutur kata yang baik dapat menghilangkan permusuhan dan dendam kesumat. Lihatlah firman Allah Ta’ala,
ุงุฏْูَุนْ ุจِุงู„َّุชِูŠ ู‡ِูŠَ ุฃَุญْุณَู†ُ ูَุฅِุฐَุง ุงู„َّุฐِูŠ ุจَูŠْู†َูƒَ ูˆَุจَูŠْู†َู‡ُ ุนَุฏَุงูˆَุฉٌ ูƒَุฃَู†َّู‡ُ ูˆَู„ِูŠٌّ ุญَู…ِูŠู…ٌ
“Tolaklah (kejelekan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS. Fushilat: 34-35). Menolak kejelekan di sini bisa dengan perkataan dan tingkah laku yang baik.”

Sahabat yg mulia, Ibnu ‘Abbas -radhiyallahu ‘anhuma- mengatakan, “Allah memerintahkan pada orang beriman untuk bersabar ketika ada yang membuat marah, membalas dengan kebaikan jika ada yang buat jahil, dan memaafkan ketika ada yang buat jelek. Jika setiap hamba melakukan semacam ini, Allah akan melindunginya dari gangguan setan dan akan menundukkan musuh-musuhnya. Malah yang semula bermusuhan bisa menjadi teman dekatnya karena tingkah laku baik semacam ini.”
 
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Namun yang mampu melakukan seperti ini adalah orang yang memiliki kesabaran. Karena membalas orang yg menyakiti kita dengan kebaikan adalah suatu yang berat bagi setiap jiwa.”12

From: Source

February 21, 2014

Tentang Mencari Pembenaran

Found this at This

Manusia cenderung mencari pembenaran dari teman2, kerabat, keluarga, dan para ahli untuk mencari dukungan untuk membenarkan hal yang dianggapnya "benar", padahal hati kecilnya tahu dan setuju kalau itu salah. Seakan mencari bala bantuan untuk memerangi hati kecilnya sendiri...

Manusia lebih senang mengingkari hati kecilnya yang dengan polos menunjuk salah-benar secara blak-blakan supaya ia dibenarkan terus.

Manusia lebih senang menutupi boroknya sampai busuk ketimbang perih sebentar selama diobati.

Sesungguhnya Anda sudah tahu apa yang tepat dan tidak tepat di dasar hati Adna yang paling dalam, namun pengetahuan itu terhalang ole keinginan egois dan mau memang sendiri. Andai saja setiap orang berhenti mencari pembenaran dari luar dan bersedia duduk sebentar mendengarkan suara hatinya...

PS : Saya jadi ingat kata seorang teman yang mengatakan kalau orang pada umumnya tidak bisa duduk tenang walau sesaat, karena ketika ia diam, hatinya mulai menunjuk-nunjuk siapa dia sebenarnya...


---

Tidak perlu berbantah-bantahan mengenai apa yang sejujurnya sudah diketahu bahwa itulah yang paling benar. Tidak perlu mencari pembenaran atas kesalahan. Just admit that 'well, it was my fault. All i've done was totally wrong'. Selesai. Biar setinggi apapun tembok untuk bersembunyi,  tetapi percayalah bahwa yang namanya nurani, yang Allah sudah pasang di setiap jiwa manusia, pasti akan berbicara. Mana yang seharusnya dilakukan, mana yang tidak.

Semoga Allah menunjuki kita jalan yang lurus. Yaitu jalan yang Allah ridhoi, bukan jalan yang Allah murkai. :)


February 04, 2014

Allah Maha Cinta

Pernah merenungkan gak sih, bahwa kita saat ini adalah karena kebaikan dan cinta Allah. Adalah karena penjagaan Allah. 

Padahal bukannya tidak mungkin kalau Allah gak jaga kita, kita udah entah dimana, mungkin udah ada di lembah hitam. Tapi Allah jaga kita, Allah cintai kita, Allah beri kita tempat terbaik. Allah pertemukan kita dengan orang - orang terbaik. Allah beri kita hidup yang baik. Semua gak akan ada kalau bukan karena cinta Allah ke kita.

Padahal siapa sih kita? kita yang masih sering berdosa. Masih jauh dari kata baik. Tapi Allah masiihh aja sayang. Segala puji hanya bagiMU..

Ya Allah alhamdulillah puji dan syukur hamba ucapkan atas cinta dariMu. Baik untuk keadaan bahagia ataupun keadaan sedih yang engkau izinkan untuk ada.

Untuk setiap keadaan, sedih ataupun bahagia, sesungguhnya hamba begitu bodoh untuk tau yang mana diantara keduanya yang lebih baik bagi hamba.. 

Maha suci engkau ya Allah, Engkau yang lebih tau segalanya.

Sesungguhnya setiap manusia memiliki potensi untuk melakukan hal baik maupun hal buruk. Setiap kehidupan memiliki potensi yang sama untuk terjadi baik, ataupun terjadi buruk. Dan atas rahmat Allah lah yang kemudian melindungi manusia dari bersikap buruk dan menanamkan sikap baik. Atas rahmat Allah lah yang menjaga kehidupan kita dari hal buruk dan meletakkan hal baik. Semua atas cinta Allah.

Kalau Allah gak cinta, ga mungkin aku ada di titik sekarang.

Kalau Allah gak cinta, gak mungkin aku bisa berjalan sejauh ini.

Kalau Allah gak cinta, bisa aja udah terjatuh dari dulu - dulu. 

Kalau Allah gak cinta, mungkiin udah sesat dari dulu - dulu. 

Ga akan sampai di titik ini.

Kalau Allah gak cinta, gak mungkin aku bangkit..

Semua adalah karena Allah cinta. Allah maha baik. Allah maha cinta. Allah maha menjaga. 

Ya Allah entah bagaimana caranya aku harus berterimakasih..

Untuk setiap kebahagiaan yang engkau limpahkan..

Untuk setiap kesedihan yang engkau letakkan di dalamnya pelajaran..

Untuk kesehatan yang engkau izinkan..

Untuk keluarga yang luar biasa..

Entah bagaimana caranya aku berterimakasih.

Untuk setiap penjagaan..

Untuk setiap pelajaran..

Untuk setiap bimbingan..

Untuk setiap doa yang engkau kabulkan jika itu terbaik... 

Untuk setiap doa yang engkau tunda atau engkau ganti jika menurutMU belum saatnya atau bukan itu.... 

Sungguh hamba berterimakasih..

Aku takkan bisa bila hidup tanpa cintaMU ya Allah..


terdiamku
merasakan keheningan...
suara malam membimbing langkahku
menuju syahdu bersama-Mu
ku berucap
lirih bahwa aku malu
terlalu jauh aku melangkah
terlalu sombong aku pada-Mu

ya Rabbi...
ini aku
Tuhanku...
aku pada-Mu

aku tak kan bisa bila
hidup tanpa cinta-Mu ya Allah
walau sedetik pun
ku mencoba berdiri dengan
galau dihati tanpa bimbingan-Mu
ku tak kan pernah bisa bertahan

luruh aku
tak kuasa ku berdiri
Allah... Engkaulah yang Maha baik
Kau yang selalu ada bantu aku
ku tak ingin lepas dari pelukan-Mu
jangan biarkan aku melangkah
menjauh pergi dari cinta-Mu



February 03, 2014

Indikator Prestasi Tertinggi

Indikator prestasi tertinggi kita adalah RIDHO ALLAH Subhanahu wata’alla. Setiap prestasi haruslah mampu menghantarkan kita semakin dekat pada Illahi Rabbi, barulah membuat sesama semakin mencintai.

:')

Seorang muslim yang mengaku beriman kepada Allah SWT sudah sewajarnya mengikuti perintah Islam untuk berlaku baik, bersabar dan memuliakan istrinya seperti yang di contohkan oleh Khalifah Umar Bin Khattab RA saat ia ditanya kenapa ia diam saja saat di marahi istrinya:

Tahukah kamu seberapa berat beban yang harus dia tanggung, setelah dia membersihkan seisi rumah sendiri, memasak untuk diriku, merawat dan mendidik anak-anakku.

Semua dia lakukan sendiri karena saya tidak bisa membayar pembantu untuk meringankan bebannya, padahal semua itu adalah tugas saya. Memuliakan seorang istri di dalam rumahnya adalah tugas suami. Tapi saya terlalu miskin menggaji pembantu sehingga dia harus mengerjakan semua sendiri. Untuk itu hanya sekedar di omeli saja kenapa saya harus marah, demi melihat pengorbanannya kepada keluarga. (Umar Ibn Khattab RA)

--
“sebaik-baik lelaki adalah lelaki yang paling baik dan lemah lembut terhadap istrinya.” - Rasululllah SAW.

--

MashaAllah Islam.. :)

February 02, 2014

The Dua (Doa)




pict from this lovely blog
  “Ya Allah, aku meminta permintaan yang terbaik,
permohonan terbaik, keberhasilan terbaik,
ilmu terbaik,
amal terbaik,
pahala terbaik,
kehidupan terbaik,
kematian terbaik,
dan tetapkanlah aku dalam semua kebaikan itu.
Beratkanlah timbangan (amal baikku),
kukuhkanlah imanku,
tinggikanlah derajatku,
terimalah shalatku,
ampunilah kesalahan-kesalahanku;
dan aku memohon surga yang paling tinggi kepada-Mu.”


--

Do'a Khatmil Quran.

--

Rasanya gak pantes banget meminta doa yang begitu sempurna ini... tapi Allah senang apabila hambaNya meminta padaNya, dan dalam meminta kepada Allah, mintalah yang terbaik..

aamiin....

January 04, 2014

Orang yang bagaimana yang patut dipercaya?





Seseorang tidak dikatakan terpercaya kecuali jika ia takut kepada Allah
- Umar bin al-Khaththab -


January 03, 2014

Gak perlu ngotot untuk jadi diri sendiri, karena yang terpenting adalah jadi baik.

 
pict from tumblr.

Waktu saya masih ABG *iya.Skrg udah gak ABG. Well noted. Fine. Diem kalian semua!* rasanya seriiing sekali mendengar slogan ‘jadi diri sendiri ajah!’. Dan seterusnya saya juga sering mendengar ‘ya, biarin gue begini. Yang penting gue jadi diri sendiri’.
Sekarang semakin saya berfikir, semakin saya bertanya, apakah ‘menjadi diri sendiri’—saja, itu sudah cukup? Apakah itu pilihan terbaik?
Bagaimana kalau diri sendiri-nya saja masih belum baik.
Masihkah akan terus bertahan pada prinsip ‘menjadi diri sendiri’?
Hingga saya simpulkan bahwa, bukan menjadi diri sendiri yang terpenting, tetapi menjadi baiklah yang terpenting. Karena diri sendiri belum tentu sudah baik.
Baik. Sikap yang baik. Perilaku dan kebiasaan yang baik. Hati yang baik. Tutur kata baik. Penampilan baik. Pemikiran baik. Beragama dengan baik.
Kalau awal – awalnya ‘menjadi baik’ itu bukan diri lo, a.k.a ‘gak gue banget ini’, ya ndak apa – apa, hal baik terkadang memang berat untuk dilakukan pada awalnya. Tapi ingatlah bahwa kebaikan itu kekal. Oleh karena itu menurut saya menjadi baik lebih penting, terlepas apakah itu beneran diri sendiri atau bukan. Itu yang namanya melatih diri.
Hidup adalah proses. That's right. Dan yang namanya kebaikan memang kadang tidak ber-parameter. Oleh karena itu gunakan parameter baik, yang sesuai dengan ajaran agama. Baik menurut kita belum tentu baik menurut orang lain. Manusia sudah sifatnya terlalu banyak asumsi. Makanya ikuti baik menurut Allah,toh...
First you make habit, then habit makes you.
Mau jadi diri sendiri atau bukan, itu tidak begitu penting, karena yang terpenting pertama adalah, menjadi baik (yang sesuai dengan ajaran agama). 
Lama lama pasti akan terbiasa kok, asal dilakukan dengan konsisten. Setelah terbiasa, maka silahkan jadi diri sendiri, dengan diri yang sudah ter-install kebaikan.
Selamat menjadi baik. Jiwa - jiwa yang baik :)

January 02, 2014

Kenapa Tidak Boleh Mengucakan Selamat Atas Hari Raya Non-Muslim?

pict from tumblr.


Sore ini di kantor, ga sengaja menemukan ini dari sebuah blog , dengan kalimat dan penjelasan yang sangat simple sehingga saya harap cukup mudah dimengerti. Semoga mencerahkan.. Terimakasih kepada kakak pemilik blog, semoga rahmat Allah selalu tercurah padamu... :)

note: no edited.



Bismillahirrahmanirrahim...


Hhmm...baragkali banyak dari kita yang masih bertanya2 sebenarnya bolah ga sih mengucapkan selamat natal kepada teman non muslim? Biar lebih jelasnya simak dialog berikut ….. smga bsa menjadi menjawab pertanyaan kamu...




Ikhwan A : “Qo kamu mengucapkan Selamat hari Natal kepada mereka? Padahal kamu kan muslim?”




Ikhwan B : “Saya ingin berbuat baik kepada mereka. Apalagi mereka bukan kafir harbi (kafir yang memerangi). Bukankah Allah Ta’ala berfirman:
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu…” [QS. Al-Mumtahanah: 8].

Ikhwan A : “Kamu telah salah dalam mengambil dalil. Firman Allah tersebut mengenai berbuat baik seperti memberi makan atau menyantuni Non Muslim atau bergaul dengan orang tua yang Non Muslim. Bukan untuk berbuat dosa seperti Syirik dengan mengucapkan Selamat Natal kepada mereka yang merayakan kelahiran Tuhan mereka. Apakah kamu tahu asbabul nuzul ayat tersebut?




Sebab turunnya ayat Al Qur’an di atas adalah sebagai berikut:
Imam Bukhari membawakan Bab dalam kitab Shahihnya “Menjalin hubungan dengan orang tua yang musyrik”. Kemudian beliau membawakan riwayat berikut:




Asma’ mengatakan, “Ibuku mendatangiku dan ia sangat ingin aku menyambung hubungan dengannya. Kemudian aku menanyakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bolehkah aku tetap menjalin hubungan dengannya? Beliau pun menjawab, “Iya boleh”.” Sufyan bin ‘Uyainah mengatakan bahwa setelah itu Allah menurunkan firman-Nya (yang artinya), “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama.” [QS. Al Mumtahanah [60] : 8]”




Ikhwan B : “Dulu mereka (kaum nasrani) telah mengucapkan selamat kepada saya ketika hari raya Idul Fitri. Nah, ketika hari raya mereka, maka saya membalas kebaikan mereka dengan mengucapkan Selamat hari Natal. Ada dalilnya tentang hal ini. Allah Ta’ala berfirman:
“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86).




Ikhwan A : “Tuh kan.. kamu salah lagi dalam mengambil dalil. Sesungguhnya firman Allah tersebut menyangkut dengan ucapan salam: “Assalamu’alaikum”. Bukan ucapan Selamat Natal yang mengandung kemusyrikan. Itu pun ucapan salam di atas berlaku jika pemberinya adalah sesama Muslim, Bukan non Muslim. Jika yang memberi salam Non Muslim, kita cukup menjawab “Wa ‘alaikum”. Sebab kita tidak boleh mendoakan Non Muslim dengan semoga Allah memberimu Keselamatan, Rahmat, dan Keberkahan sementara mereka tidak mau beriman kepada Allah.




Hadits riwayat Anas bin Malik: Rasulullah bersabda: ‘Apabila Ahli Kitab mengucapkan salam kepadamu, maka jawablah: Wa`alaikum.’ (Shahih Muslim No.4024).




Ikhwan B : “Ah…ini kan masalah sepele, gak usah terlalu dibesar-besarkan. Nanti bisa terjadi perpecahan antar umat beragama.”




Ikhwan A : “Menurut kamu mungkin kecil atau sepele. Tapi bisa jadi di sisi Allah ucapan itu sangat besar akibatnya. Allah Ta’ala berfirman:
“Mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak.’ Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh” [Maryam 88-90].




Bukankah ucapan selamat itu mendukung pemahaman mereka yang menyakini bahwa Allah memiliki anak?




Ikhwan B : “Tapi bukankah ada ulama dan kyai yang membolehkan seorang muslim mengucapkan Selamat Natal kepada non muslim?”




Ikhwan A : “Kita tidak boleh taqlid buta kepada ulama. Jika ulama itu telah keliru, maka jangan diikuti. Seandainya mengucapkan Selamat Natal itu baik, niscaya Nabi dan para sahabat2nya serta para Imam Ahlus Sunnah telah melakukannya, sedangkan mereka hidup di tengah orang2 non muslim.”




Ikhwan B : “Sesungguhnya saya hanya sebatas mengucapkan selamat saja, sedangkan hati saya mengingkari keyakinan mereka. Agar mereka tidak membenci kita, bahkan akan mencintai kita.”




Ikhwan A : “Kalau begitu, bagaimana menurut kamu jika ada orang yang memberikan ucapan selamat kepada orang yang berhasil melakukan korupsi?
Atau mengucapkan selamat kepada orang yang telah berhasil berzina?
Atau mengucapkan selamat kepada maling yang telah berhasil mencuri?
Atau mengucapkan selamat kepada orang yang telah berhasil membunuh orang yang tidak berdosa?
Apakah hal itu dibolehkan menurut kamu?”




Ikhwan B : “Ya jelas tidak boleh. Karena itu sama saja mendukung perbuatan mereka dalam maksiat dan dosa.”




Ikhwan A : “Kalau itu tidak dibolehkan menurut kamu, berarti memberikan ucapan selamat Natal lebih tidak dibolehkan lagi, karena hukumnya jauh lebih besar dari ucapan2 selamat diatas. Perbuatan korupsi, zina, mencuri dan membunuh hanya sebatas dosa maksiat. Adapun merayakan hari Natal adalah termasuk dosa kesyirikan. Sedangkan dosa kesyirikan jauh lebih besar daripada dosa kemaksiatan.”




Ikhwan B : (o_0) … (melotot plus melongo)




Ikhwan A: ^_^ sekarang udah mengerti kan??? 
Ikhwan B: (mengangguk) :">

December 06, 2013

Aku Aman Bagimu


Pagi ini egoku tergores.Kata - katanya.. "tergores". -__-"

Seperti pagi - pagi lainnya, setiap hari selalu diawali dengan toolbox meeting, toolbox meeting itu adalah meeting (yailah) semi-formal, yang dilakukan setelah senam pagi. Iya, senam. Tiap pagi kalau di tempat saya berkerja saat ini, selalu senam pagi. Asik ya. Nah abis senam pagi itulah dilanjut dengan toolbox meeting masing - masing department (kalau disini istilahnya PSL). 

Pagi ini memang banyak sekali yang dibicarakan. Akhirnya toolboox yang biasanya pukul setengah 8 sudah selsai, ini jadi molor hingga pukul 8. Bukan, bukan masalah jadi lama, saya mah kalau meeting sampai pagi pun udah biasa, waktu di himpunan. Heheheu.. 

Malahnya adalah, kojo (restaurant) untuk waktu sarapan tutup pukul 8 pagi.

Yang terkadang sebelum pukul 8 udah tutup kalau makanannya cepat habis :") 

Akhirnya pukul 8 itu saya ke kojo, dan benar, habis. Suddenly hatiku hancur... nangis aja dong. Hahaha..

Saya sudah biasa menghadapi kehidupan sepahit apapun. Dan insyaAllah tidak semudah itu untuk nangis, tetapi mungkin tidak untuk satu kata, yaitu 'lapar'. Sebenarnya 3 tahun terakhir ini saya merasa jauhh menjadi orang yang lebih kalem dan tenang.

Kalau udah laper tuh bawaannya pengen nangiisss aja. Iya, ego saya cuma dipatok dari kata lapar. :p

Karena saya yang udah lapar dan makanan habis, ego pun tergores. Byaarr... Nangis! Dan sedikit meledak ke orang di sebelah. :p

Sepanjang jalan pulang dari resto menuju kantor, saya mikir, kok ya gara-gara gak sarapan aja nangis, dan marahin orang.. itu gak banget.

Seolah teringatkan, tempo hari saya pernah terkena sambaran ledakan orang, dan itu GAK ENAK. Sangat tidak enak. Berinteraksi dengan orang yang meledak itu tidak enak.

Berbicara pada diri sendiri, "lo inget kan tha, orang yang meledak itu sangat tidak mengenakkan', 'inget kan saat lo terkena ledakan orang? gimana? enak? jadi ga nyaman kan bicara sama dia? makanya kalau udah tau bahwa orang yang meledak itu mengerikan, JANGAN PERNAH LAKUKAN,THA!"

Deggg

Bener.

Dan saya menyesal. Saya marah pada diri sendiri. Saya malu pada semesta.

Dalam Islam, karena yang saya tau cuma ajaran Islam, seharusnya seorang muslim itu adalah seorang yang membuat orang lain merasa aman berada di dekatnya.

Aman dari ucapannya.

Aman dari sikapnya.

Aman dari fikirannya.

Membuat orang lain yang disekitarnya merasa nyaman.

Kalau kata Aa' Gym, prinsip seorang muslim sejati adalah 3 A:

Aku aman bagimu.
Aku menyenangkan bagimu.
Aku bermanfaat bagimu.

Dan hari ini, saya kembali belajar, membuka catatan lama tantang akhlak.

Semoga kita bisa menjadi muslim sejati. Yang memberi kesejukan kepada orang - orang disekitar kita. :;)

August 30, 2013

Still wait ?

  
from: kuntawiaji

October 24, 2012

...


"Kadang manusia terlalu sombong karena merasa telah bersusah payah melakukan sesuatu. Dan ketika balasan tak dirasakannya, maka rasa kecewanya luar biasa.."

Mungkinkah rasa “kecewa” itu berawal dari kesombongan? *mengingat tausiyah seorang sahabat tentang ujub*


Untuk direnungkan... (dari Kak Naf TI-2007 )

 

October 14, 2012

Dan berdoalah agar Allah menuntun hatimu

ุนَุณَู‰ ุฃَู†ْ ุชَูƒْุฑَู‡ُูˆุง ุดَูŠْุฆًุง ูˆَู‡ُูˆَ ุฎَูŠْุฑٌ ู„َูƒُู…ْ ูˆَุนَุณَู‰ ุฃَู†ْ ุชُุญِุจُّูˆุง ุดَูŠْุฆًุง ูˆَู‡ُูˆَ ุดَุฑٌّ ู„َูƒُู…ْ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ูŠَุนْู„َู…ُ ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ู„ุง ุชَุนْู„َู…ُูˆู†َ (ูขูกูฆ)

“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)

August 28, 2012

Never Forget

" Allah itu santun dan pemurah.
Dia merasa malu pada hamba-Nya,
apabila hambanya mengangkat kedua tangan,memohon pada-Nya
kemudian membiarkan kedua tangan hamba itu kosong (tidak dikabulkan)"
- Muhammad SAW -