Artha Ratu Nauli

An over-thinker. Adventurer.
Graduated as Petroleum engineer.
Super random person you'll ever meet.

March 21, 2014

Mudahkan, jangan mempersulit



Rasulullah saw bersabda, “yassiru wala tu’assiru wabasysyiru wala tunafiru”, mudahkanlah dan janganlah engkau persulit orang lain dan berilah kabar gembira pada mereka, jangan membuat mereka menjadi lari (HR. Bukhari).


Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang meringankan penderitaan seorang mukmin di dunia, niscaya Allah akan meringankan penderitaan (kesulitan)nya kelak di hari Kiamat dan BARANGSIAPA YANG MEMUDAHKAN URUSAN ORANG YANG MENGALAMI KESULITAN, NISCAYA ALLAH AKAN MEMUDAHKAN URUSANNYA DI DUNIA DAN AKHIRAT (HR. Muslim)”.


“Mudahkanlah dan jangan mempersulit, sampaikan kabar gembira dan jangan menakut-nakuti.” (HR. Bukhari & Muslim)

March 06, 2014

Perintah Allah untuk Berlaku Lemah Lembut

Allah Ta’ala berfirman,
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. ” (QS. Al Hijr: 88)
Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi mengatakan, “’Berendah dirilah’ yang dimaksud dalam ayat ini hanya untuk mengungkapkan agar seseorang berlaku lemah lembut dan tawadhu’ (rendah diri).”1 Jadi sebenarnya ayat ini berlaku umum untuk setiap perkataan dan perbuatan, yaitu kita diperintahkan untuk berlaku lemah lembut. 

Ayat ini sama maknanya dengan firman Allah Ta’ala,
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ الله لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظّاً غَلِيظَ القلب لاَنْفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ
“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imron: 159). Yang dimaksud dengan bersikap keras di sini adalah bertutur kata kasar.2 Dengan sikap seperti ini malah membuat orang lain lari dari kita.

 
Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Berlaku lemah lembut inilah akhlaq Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang di mana beliau diutus dengan membawa akhlaq yang mulia ini.”3 


Keutamaan Bertutur Kata yang Baik

Pertama: Sebab Mendapatkan Ampunan dan Sebab Masuk Surga
 
Dari Abu Syuraih, ia berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
يَا رَسُولَ اللَّهِ، دُلَّنِي عَلَى عَمِلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ
“Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga.” Beliau bersabda,
إِنَّ مِنْ مُوجِبَاتِ الْمَغْفِرَةِ بَذْلُ السَّلامِ، وَحُسْنُ الْكَلامِ
“Di antara sebab mendapatkan ampunan Allah adalah menyebarkan salam dan bertutur kata yang baik.”4

Kedua: Mendapatkan Kamar yang Istimewa di Surga Kelak
 
‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar.” Kemudian seorang Arab Badui bertanya, “Kamar-kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau pun bersabda,
لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
“Kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa saja yang tutur katanya baik, gemar memberikan makan (pada orang yang butuh), rajin berpuasa dan rajin shalat malam karena Allah ketika manusia sedang terlelap tidur.”5

Ketiga: Bisa menggantikan Sedekah
 
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ
“Tutur kata yang baik adalah sedekah.”6
Dari ‘Adi bin Hatim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ
“Selamatkanlah diri kalian dari siksa neraka, walaupun dengan separuh kurma. Jika kalian tidak mendapatkannya, maka cukup dengan bertutur kata yang baik.”7
Ibnul Qayyim mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan tutur kata yang baik sebagai pengganti dari sedekah bagi yang tidak mampu untuk bersedekah.”8
 
Ibnu Baththol mengatakan, “Tutur kata yang baik adalah sesuatu yang dianjurkan dan termasuk amalan kebaikan yang utama. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (dalam hadits ini) menjadikannya sebagaimana sedekah dengan harta. Antara tutur kata yang baik dan sedekah dengan harta memiliki keserupaan. Sedekah dengan harta dapat menyenangkan orang yang diberi sedekah. Sedangkan tutur kata yang baik juga akan menyenangkan mukmin lainnya dan menyenangkan hatinya. Dari sisi ini, keduanya memiliki kesamaan (yaitu sama-sama menyenangkan orang lain).”9

Keempat: Menyelematkan Seseorang dari Siksa Neraka
 
Dalilnya adalah hadits Adi bin Hatim di atas. Ibnu Baththol mengatakan, “Jika tutur kata yang baik dapat menyelamatkan dari siksa neraka, berarti sebaliknya, tutur kata yang kotor (jelek) dapat diancam dengan siksa neraka.”10

Kelima: Dapat Menghilangkan Permusuhan
 
Ibnu Baththol mengatakan, “Ketahuilah bahwa tutur kata yang baik dapat menghilangkan permusuhan dan dendam kesumat. Lihatlah firman Allah Ta’ala,
ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ
“Tolaklah (kejelekan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS. Fushilat: 34-35). Menolak kejelekan di sini bisa dengan perkataan dan tingkah laku yang baik.”

Sahabat yg mulia, Ibnu ‘Abbas -radhiyallahu ‘anhuma- mengatakan, “Allah memerintahkan pada orang beriman untuk bersabar ketika ada yang membuat marah, membalas dengan kebaikan jika ada yang buat jahil, dan memaafkan ketika ada yang buat jelek. Jika setiap hamba melakukan semacam ini, Allah akan melindunginya dari gangguan setan dan akan menundukkan musuh-musuhnya. Malah yang semula bermusuhan bisa menjadi teman dekatnya karena tingkah laku baik semacam ini.”
 
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Namun yang mampu melakukan seperti ini adalah orang yang memiliki kesabaran. Karena membalas orang yg menyakiti kita dengan kebaikan adalah suatu yang berat bagi setiap jiwa.”12

From: Source

February 21, 2014

Tentang Mencari Pembenaran

Found this at This

Manusia cenderung mencari pembenaran dari teman2, kerabat, keluarga, dan para ahli untuk mencari dukungan untuk membenarkan hal yang dianggapnya "benar", padahal hati kecilnya tahu dan setuju kalau itu salah. Seakan mencari bala bantuan untuk memerangi hati kecilnya sendiri...

Manusia lebih senang mengingkari hati kecilnya yang dengan polos menunjuk salah-benar secara blak-blakan supaya ia dibenarkan terus.

Manusia lebih senang menutupi boroknya sampai busuk ketimbang perih sebentar selama diobati.

Sesungguhnya Anda sudah tahu apa yang tepat dan tidak tepat di dasar hati Adna yang paling dalam, namun pengetahuan itu terhalang ole keinginan egois dan mau memang sendiri. Andai saja setiap orang berhenti mencari pembenaran dari luar dan bersedia duduk sebentar mendengarkan suara hatinya...

PS : Saya jadi ingat kata seorang teman yang mengatakan kalau orang pada umumnya tidak bisa duduk tenang walau sesaat, karena ketika ia diam, hatinya mulai menunjuk-nunjuk siapa dia sebenarnya...


---

Tidak perlu berbantah-bantahan mengenai apa yang sejujurnya sudah diketahu bahwa itulah yang paling benar. Tidak perlu mencari pembenaran atas kesalahan. Just admit that 'well, it was my fault. All i've done was totally wrong'. Selesai. Biar setinggi apapun tembok untuk bersembunyi,  tetapi percayalah bahwa yang namanya nurani, yang Allah sudah pasang di setiap jiwa manusia, pasti akan berbicara. Mana yang seharusnya dilakukan, mana yang tidak.

Semoga Allah menunjuki kita jalan yang lurus. Yaitu jalan yang Allah ridhoi, bukan jalan yang Allah murkai. :)


February 04, 2014

Allah Maha Cinta

Pernah merenungkan gak sih, bahwa kita saat ini adalah karena kebaikan dan cinta Allah. Adalah karena penjagaan Allah. 

Padahal bukannya tidak mungkin kalau Allah gak jaga kita, kita udah entah dimana, mungkin udah ada di lembah hitam. Tapi Allah jaga kita, Allah cintai kita, Allah beri kita tempat terbaik. Allah pertemukan kita dengan orang - orang terbaik. Allah beri kita hidup yang baik. Semua gak akan ada kalau bukan karena cinta Allah ke kita.

Padahal siapa sih kita? kita yang masih sering berdosa. Masih jauh dari kata baik. Tapi Allah masiihh aja sayang. Segala puji hanya bagiMU..

Ya Allah alhamdulillah puji dan syukur hamba ucapkan atas cinta dariMu. Baik untuk keadaan bahagia ataupun keadaan sedih yang engkau izinkan untuk ada.

Untuk setiap keadaan, sedih ataupun bahagia, sesungguhnya hamba begitu bodoh untuk tau yang mana diantara keduanya yang lebih baik bagi hamba.. 

Maha suci engkau ya Allah, Engkau yang lebih tau segalanya.

Sesungguhnya setiap manusia memiliki potensi untuk melakukan hal baik maupun hal buruk. Setiap kehidupan memiliki potensi yang sama untuk terjadi baik, ataupun terjadi buruk. Dan atas rahmat Allah lah yang kemudian melindungi manusia dari bersikap buruk dan menanamkan sikap baik. Atas rahmat Allah lah yang menjaga kehidupan kita dari hal buruk dan meletakkan hal baik. Semua atas cinta Allah.

Kalau Allah gak cinta, ga mungkin aku ada di titik sekarang.

Kalau Allah gak cinta, gak mungkin aku bisa berjalan sejauh ini.

Kalau Allah gak cinta, bisa aja udah terjatuh dari dulu - dulu. 

Kalau Allah gak cinta, mungkiin udah sesat dari dulu - dulu. 

Ga akan sampai di titik ini.

Kalau Allah gak cinta, gak mungkin aku bangkit..

Semua adalah karena Allah cinta. Allah maha baik. Allah maha cinta. Allah maha menjaga. 

Ya Allah entah bagaimana caranya aku harus berterimakasih..

Untuk setiap kebahagiaan yang engkau limpahkan..

Untuk setiap kesedihan yang engkau letakkan di dalamnya pelajaran..

Untuk kesehatan yang engkau izinkan..

Untuk keluarga yang luar biasa..

Entah bagaimana caranya aku berterimakasih.

Untuk setiap penjagaan..

Untuk setiap pelajaran..

Untuk setiap bimbingan..

Untuk setiap doa yang engkau kabulkan jika itu terbaik... 

Untuk setiap doa yang engkau tunda atau engkau ganti jika menurutMU belum saatnya atau bukan itu.... 

Sungguh hamba berterimakasih..

Aku takkan bisa bila hidup tanpa cintaMU ya Allah..


terdiamku
merasakan keheningan...
suara malam membimbing langkahku
menuju syahdu bersama-Mu
ku berucap
lirih bahwa aku malu
terlalu jauh aku melangkah
terlalu sombong aku pada-Mu

ya Rabbi...
ini aku
Tuhanku...
aku pada-Mu

aku tak kan bisa bila
hidup tanpa cinta-Mu ya Allah
walau sedetik pun
ku mencoba berdiri dengan
galau dihati tanpa bimbingan-Mu
ku tak kan pernah bisa bertahan

luruh aku
tak kuasa ku berdiri
Allah... Engkaulah yang Maha baik
Kau yang selalu ada bantu aku
ku tak ingin lepas dari pelukan-Mu
jangan biarkan aku melangkah
menjauh pergi dari cinta-Mu



February 03, 2014

Indikator Prestasi Tertinggi

Indikator prestasi tertinggi kita adalah RIDHO ALLAH Subhanahu wata’alla. Setiap prestasi haruslah mampu menghantarkan kita semakin dekat pada Illahi Rabbi, barulah membuat sesama semakin mencintai.

:')

Seorang muslim yang mengaku beriman kepada Allah SWT sudah sewajarnya mengikuti perintah Islam untuk berlaku baik, bersabar dan memuliakan istrinya seperti yang di contohkan oleh Khalifah Umar Bin Khattab RA saat ia ditanya kenapa ia diam saja saat di marahi istrinya:

Tahukah kamu seberapa berat beban yang harus dia tanggung, setelah dia membersihkan seisi rumah sendiri, memasak untuk diriku, merawat dan mendidik anak-anakku.

Semua dia lakukan sendiri karena saya tidak bisa membayar pembantu untuk meringankan bebannya, padahal semua itu adalah tugas saya. Memuliakan seorang istri di dalam rumahnya adalah tugas suami. Tapi saya terlalu miskin menggaji pembantu sehingga dia harus mengerjakan semua sendiri. Untuk itu hanya sekedar di omeli saja kenapa saya harus marah, demi melihat pengorbanannya kepada keluarga. (Umar Ibn Khattab RA)

--
“sebaik-baik lelaki adalah lelaki yang paling baik dan lemah lembut terhadap istrinya.” - Rasululllah SAW.

--

MashaAllah Islam.. :)

February 02, 2014

The Dua (Doa)




pict from this lovely blog
  “Ya Allah, aku meminta permintaan yang terbaik,
permohonan terbaik, keberhasilan terbaik,
ilmu terbaik,
amal terbaik,
pahala terbaik,
kehidupan terbaik,
kematian terbaik,
dan tetapkanlah aku dalam semua kebaikan itu.
Beratkanlah timbangan (amal baikku),
kukuhkanlah imanku,
tinggikanlah derajatku,
terimalah shalatku,
ampunilah kesalahan-kesalahanku;
dan aku memohon surga yang paling tinggi kepada-Mu.”


--

Do'a Khatmil Quran.

--

Rasanya gak pantes banget meminta doa yang begitu sempurna ini... tapi Allah senang apabila hambaNya meminta padaNya, dan dalam meminta kepada Allah, mintalah yang terbaik..

aamiin....