Artha Ratu Nauli

A woman. First daughter in family. An over-thinker. Adventurer. Dessert lover.
An engineer graduated from Petroleum Engineering ITB 2008.
Super random person you'll ever meet.

May 24, 2016

Tidak mungkin kemungkaran menjadi jembatan atau pintu bagi datangnya ketenangan dan keberkahan....

May 13, 2016

Kamu, adalah kumpulan puzzle doa, yang mewujud..

April 21, 2016

“Tak ada yang lebih indah selain dua orang yang bertemu karena saling menemukan, sama-sama berhenti karena telah selesai mencari. Tak ada yang akan pergi, sebab tahu bagaimana sulitnya mencari.”

April 03, 2016

Perihal pulang

"You know you are in mature age when the word "home" is more important than all"

Akan datang masanya dimana kata 'pulang' itu terasa sangaattt berharga. Menjadi hal yang ditunggu tunggu. 
Pulang dari pasar. Pulang dari kantor. Pulang dari bepergian. 
Pulang menjadi kata yang begitu meaningful than ever. 

Kalau waktu kecil, lagi tamasya bawaannya gak pengen pulang. Lagi main, gak mau pulang. Kalau skrg, lagi dimana mana bawaanya pengen pulaannggg aja. Seneng dan lega banget rasanya kalau pulang. "Yes, gue pulang!" 

Se-reot apapun gubuk tempat tujuan pulang, pulang tetap lah menjadi hal yang paling menenangkan. Minimal, bagi gue.

February 06, 2016

Bersyukur... 


Bersyukur lah atas apa adanya diri kita.bersyukur atas apapun yg datang dan terjadi, pergi dan terhenti dari hidup. Ya. Apapun itu.
 
Gak perlu harus 'melihat kebawah' dulu baru bersyukur.. 
Ga perlu harus lihat orang lain hidupnya lebih susah dulu baru kita bersyukur. 
Entah kenapa syukur yang karena 'melihat orang lain lebih tidak beruntung' adalah syukur yang tidak bijak, menurut saya.
Kita ga ada hak buat menstempel orang 'berada dibawah'. Siapa kita kok bisa bisanya bilang orang lain kurang beruntung. Beruntung atau tidak, itu hanya asumsi. 
Karena pada dasarnya semua kondisi adalah baik. 

Ya terserah sih.