Artha Ratu Nauli

A woman. First daughter in family. An over-thinker. Adventurer. Dessert lover.
An engineer graduated from Petroleum Engineering ITB 2008.
Super random person you'll ever meet.

July 09, 2012

Less expectation (?)

Masih sibuk dengan TA, masih hectic dengan 'dari mana karir ini akan berhulu (namun yang pasti InsyaAllah di industri hulu) :)

Ngomong - ngomong tentang masa yang tengah saya dan teman-teman alami saat ini, yaitu starting point of career path. Bingung. Ada rasa gamang tersendiri. Namun yang pasti, penuh harapan. Ya, expectation. 

Bicara tentang expektasi, seringkali saya dengar orang-orang bilang, 'gak usah berekspektasi lebih, biar gak sakit kalau gak kesampean'... Well, sebagai sikap preventif, ya gapapa sih kalau memang memilih jalan itu, tapi kalau saya pribadi , ekspektasi rendah itu kok rasanya malah kurang greget gimanaa gitu.

Ekspektasi berarti harapan. Ya , harapan. Justru, menurut saya lho, ekspektasi itu harus setinggi-tingginya, karena itu bisa jadi bahan bakar semngat kita, bisa jadi modal percaya diri kita buat berjuang lebih. Kalau memang takut 'sakit' disaat ekspektasi kita tidak tercapai, kenapa kita tidak mempersiapkan jiwa kita untuk lebih tahan hempasan. Memasang semacam bantalan di tubuh agar ketika bukit impian yang sudah kita bangun tinggi akhirnya malah roboh balik menimpa, kita tidak terluka parah. Got what i mean?

Orang-orang besar, pasti berawal dari harapan mereka yang jauh lebih besar. Manusia besar mimpi. Manusia tidak akan menjadi apa-apa jika tidak punya harapan. Soekarno tidak akan sekeras itu menganyang belanda jika tidak mempunyai harapan tentang indonesia merdeka dan sejajar dengan bangsa lain di dunia. Alexander G. Bell tidak akan bersikukuh menemukan telepon kalau dia tidak punya harapan besar untuk mudahnya komunikasi. Amerika dan Rusia tidak akan sprint buat menunjukan kemajuan teknologi dan sainsnya kalau tidak punya giga harapan untuk jadi adikuasa di dunia. 

Harapan alakadarnya, ya jadinya juga akan alakadarnya. Bukankah Tuhan itu memberikan sesuai dengan persangkaan hambanya?
 
Jadi, bukan ekspektasimu yang harus diturunkan, melainkan mentalmu-lah yang harus disiapkan untuk menerima kemungkinan apapun yang terjadi.

Bemimpilah besar. Bangunlah harapan-harapan raksasa. Siaplah untuk jatuh terhempas sekalipun patah. Dan berbuatlah lebih besar lagi.

Jadi, masih memilih untuk less expectation? You determine. :)


1 Comment:

ireminisces

Asalamu alaikum thanks for sharing, learn about Ramadhan inshAllah over @ ireminisces