Artha Ratu Nauli

A woman. First daughter in family. An over-thinker. Adventurer. Dessert lover.
An engineer graduated from Petroleum Engineering ITB 2008.
Super random person you'll ever meet.

March 17, 2014

Ihdina s-siraata l-mustaqiim




“Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah: 6-7)

Beberapa waktu terakhir ini entah kenapa kepikiran banget dengan ayat ini, khususnya Al-Fatihah:6.

Dalam sehari berapa kali coba kita memanjatkan kata-kata itu? minimal 17 kali! itu kalau yang shalatnya wajib doang 5 waktu, belum lagi kalau ditambah shalat sunnah. Berapa kali dalam sehari coba??

Pertanyaannya....... Are you serious? i mean, beneran lo:?

Jalan yang lurus itu yang seperti apa?

( اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ) ‘Tunjukilah kami jalan yang lurus’ maksudnya: tuntunlah kami, bimbinglah kami dan arahkan kami kepada jalan yang lurus, yaitu jalan yang sangat jelas yang menghantarkan kepada Allah (Subhaanahu wa Ta’ala) dan kepada surga-Nya, yaitu mengetahui kebenaran dan melaksanakannya. Tunjukilah kami kepada jalan, maka petunjuk kepada jalan adalah konsisten terhadap agama Islam dan meninggalkan agama-agama selainnya, dan petunjuk kepada jalan adalah meliputi petunjuk kepada seluruh perincian-perincian agama baik ilmu maupun amalannya. Oleh karena itu, doa ini adalah termasuk doa yang paling lengkap dan paling berguna bagi seorang hamba, dengan demikian maka wajiblah atas manusia untuk berdoa kepada Allah (Subhaanahu wa Ta’ala) dengan doa itu dalam setiap rakaat shalatnya karena butuhnya dia terhadap hal tersebut,
وهذا الصراط المستقيم هو:
Dan jalan yang lurus itu adalah:

( صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ) من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين. ( غَيْرِ ) صراط ( الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ ) الذين عرفوا الحق وتركوه كاليهود ونحوهم. وغير صراط ( الضَّالِّينَ ) الذين تركوا الحق على جهل وضلال, كالنصارى ونحوهم


( صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ) ‘[Yaitu] jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka’ dari para Nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin (orang-orang shalih), ( غَيْرِ ) ‘bukan’ jalan
( الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ ) ‘mereka yang dimurkai’ yang mengetahui kebenaran namun meninggalkan kebenaran tersebut seperti Yahudi dan semisal mereka (i.e yang mengikuti jalan/sunnah mereka, red), dan bukan pula jalan ( الضَّالِّينَ ) ‘mereka yang sesat’ (yakni) orang-orang yang meninggalkan kebenaran karena kebodohan dan kesesatan seperti Nashrani dan semisal mereka (i.e yang mengikuti jalan/sunnah mereka, red)

from here


Kenapa saya bilang begitu, soalnya gini, kita MINTA buat ditunjuki jalan yang lurus. Minta sampai berkali - kali dalam sehari. Pertanyaan lagi, kalian sadar gak sih kalau minta itu?

Sekarang kita minta -berkali - kali dalam sehari- jalan yang lurus. Dan Allah itu pasti mengabulkan permintaan hambaNYA kan. Nahh... Yang namanya petunjuk Allah itu bisa datang kapan aja, dimana aja, dan melalui apa/siapa aja. Sip.

Lalu, bagaimana kalau Allah sebenernya SUDAH mengabulkan doa kita itu, yaitu Allah tuh udah ngasih tau kita, Allah udah menunjuki kita jalan yang lurus.

TERUS KITANYA NGAPAIN??

Ibaratnya, tiap hari minta minta sesuatu. Giliran dikasih, eh malah ga diamalkan. Ga dikerjakan. Udah diberi tahu kalau "ini lho jalan yang lurus itu yang ini...", eh malah gak ditempuh jalannya.

Bingung gak sih,, kata Allah (permisalan aja), ini anak maunya apa sih. Minta minta ditunjuki jalan yang lurus, pas udah ditunjuki, gak mau nempuh. Maunya apasih.

So, sadarilah bahwa setiap hari kita tuh meminta agar ditunjuki jalan yang lurus.

Jadi, saat sebetulnya kita sudah berasa telah ditunjuki jalan yang lurus itu yang mana, maka tempuhlah.

Jangan jadi orang yang plin plan.

*ngomong sama diri sendiri*

Semoga kita semua diberi petunjuk jalan yang lurus, dan diberi kekokohan hati untuk menempuh jalan lurus tersebut. Aamiin.. :)

0 Kommentarer: