Artha Ratu Nauli

An over-thinker. Adventurer.
Graduated as Petroleum engineer.
Super random person you'll ever meet.

October 07, 2019

Jika aku berbuat salah

Jika aku punya anak nanti... 


Kepada dunia yang terhormat, 


Jika aku berbuat salah, hukum aku, jangan hukum anakku.

Jika aku berbuat salah, hina aku, jangan hina anakku.

Jika aku berbuat salah, kutuk aku, jangan kutuk anakku. 

Jika aku berbuat salah, jauhi aku, jangan jauhi anakku. 

Jika aku berbuat salah, hakimi aku, jangan hakimi anakku.

Jika aku berbuat salah, judge aku, jangan judge anakku.

Jika aku berbuat salah, itu adalah kesalahanku, bukan kesalahan anakku.


Jika aku berbuat salah.


August 10, 2019

Terima Kasih

Terima kasih sudah berjuang sejauh ini, Amien Karim

July 04, 2019

Tempat Teduh

Semoga kita, dapat menjadi tempat yang teduh bagi orang-orang di sekeliling kita. 


Menjadi tempat yang teduh, bagi mereka yang kehilangan rumah rumahnya. 


Menjadi tempat yang teduh, bagi mereka yang terbuang.


Menjadi tempat yang teduh, bagi mereka yang sempat kehilangan harapan.


Menjadi tempat yang teduh, bagi mata kecil yang nyaris kehilangan binar.


Menjadi tempat yang teduh, bagi hati kita sendiri. 



Semoga kita, menjadi tempat yang teduh, walau atap atap kita sendiri pun rapuh.

March 16, 2019

Aku pernah, melekatkan kening ke tanah, dengan air mata penuh marah, menggugat keputusan Langit.
Dan saat ini, aku, kembali melekatkan kening ini ke tanah, juga karena pemberian langit, namun dengan air mata syukur.
Tuhan.. :')

January 13, 2019

One Team Serco

Tulisan ini aku dedikasikan untuk sahabatku di One Team Serco PGE.

Jadi, di PGE itu semua service company bikin grup gitu, namanya One Team Serco. Dan aku harus bilang bahwa itu adalah grup serco terbaik yang pernah ada.

Ga ada gontok-gontokan sekalipun berada di service line yang sama. Semua saling bantu. Saling backup. Saling menguatkan.

I miss you guys! Rekan kerja, senior, mentor, abang, kakak, sekaligus sahabat buat aku.

October 30, 2018

And she takes one way flight and never come back...

September 13, 2018

Let Them Do Their Best (and so do I).

Saat memesan layanan yang sifatnya "service" , apalagi sejak ada aplikasi online yang memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan pemberi layanan, seringkali saya mengucapkan kepada mereka : "ok mas/mba. Do your best ya" atau "pokoknya tolong lakukan yg terbaik ya mas/mba". Tak perlu dicereweti. Tak perlu di-dikte sedemikian rupa.
Memberikan kepercayaan kepada mereka justru memberikan mereka ruang gerak yg nyaman dan psikologis yang membangun sehingga alam bawah sadar mereka pun mendorong mereka untuk melakukan yg terbaik.
Cita-cita terwujudnya peradaban yang professional harus diawali dengan PERCAYA, bahwa kita, berada ditengah masyarakat yang profesional. Percaya bahwa rekan kita akan melakukan tugasnya dengan cara dan usaha terbaik yang mereka bisa. Begitu juga kita.

August 08, 2018

Hal yang mahal dan langka saat ini (di Indonesia)

Mungkin gue terlalu lelah dan prihatin dengan kondisi -yang kebetulan sering gue temui- di Indonesia saat ini.

Issue SARA yang semakin dibawa ke arah negatif, komentar-komentar jahat dan tak manusiawi, kalimat tidak sopan tak berperasaan, bad labelling terhadap orang lain yang bahkan tidak dikenal, menekan orang lain yang dianggap 'pelayan' dengan bahasa yg jauh dari kesan menghormati, judgement, dsb.

Makanya sekalinya ada yang (menurutku) cukup open minded untuk mau 'welcome', berteman, 'ngobrol', meruntuhkan dinding2 pemisah, melepaskan jubah ego, berbicara sopan dan penuh penghargaan, melihat manusia setara, melihat perbedaan sebagai warna yang memperindah kehidupan, melihat heterogenitas sebagai corak yang unik dan menarik, melihat manusia sebagai manusia, melihat semua posisi adalah 'teman' yg masing2 punya 'andil' dalam pekerjaan, menghargai bahwa setiap orang punya pilihan hidup masing-masing,
rasanya mau nangis penuh syukur. Rasanya mahaaall banget. Rasanya berarti banget. Rasanya berharga banget.
Aku ucapkan jutaan terima kasih. From deep in my heart, THANK YOU....

Bukannya lebay, tapi betapa hal seperti itu sudah sangat langka untuk didapati sekarang.

Ini bukan curhat. #harusdipertegas.

December 16, 2017

Life lesson part 4737282883

Ternyata kalau kita melakukan sesuatu, untuk kebahagiaan sendiri tapi menyebabkan sakit di orang lain, kebahagiaan itu sama sekali tidak kita dapat.
Tapi kalau kita melakukan sesuatu untuk kebahagiaan orang lain, sekalipun kita kira kita akan sedih, ternyata enggak loh.. surprisingly kita ga sedih. Karena kita tau bahwa yg kita lakukan itu bisa kasih bahagia untuk orang lain.

December 11, 2017

Stand on your own foot

Di era social media kayak sekarang memang bakal membuat orang cenderung mudah terpengaruh dengan apa yang ramai dilakukan orang lain.

Liat orang hura2, ikut juga hura2. Tapi gak inget kewajiban utamanya apa. Punya uang atau engga.

Liat orang ngerokok dan ngebeer hanya biar terlihat 'gaul', ikut juga ngerokok dan ngebeer tanpa consider efek negatif jangka panjang nya gimana. Itu badan kulit organ dalam bakal ancur ancuran brooo..

Liat orang pakai skincare 10 steps, ikut juga pakai skincare 10 steps, terus yang ada malah muka rusak.

Liat orang catering mahal ikut juga catering mahal padahal makanan kayak gt bisa banget masak sendiri di rumah. Ga bisa? Belajar.

Gue sudah lama sih kepikiran , bahwa diri kita yang tau ya cuma kita. Tapi, pointnya adalah, seberapa kenal kita sama diri kita?

Yang jadi masalah itu kan kebanyakan orang gak kenal sama dirinya sendiri. Gak mau mengenal.

Liat orang pakai hp 15 juta ikut juga MAKSAIN beli hp 15 juta. Padahal ujung2nya yg dipakai cuma WA dan insta.

Barusaja gue tersentak sama postingan seseorang, dia masih 19 th lah kira2. Maaih kuliah di salah satu perguruan tinggi dan jurusan terbaik di indonesia. Which is I know that dia pasti sibuk banget dg urusan perkuliahannya. Ditambah doi juga punya bisnis yang cukup maju. Makin ga ada waktu lah ya harusnya. Tapi ya uang ada.

Nah menariknya, dengan fakta-fakta tersebut diatas, doi masih memilih buat MASAK SENDIRI dong makanannya. Include bawa bekal sendiri ke kampus, dengan pertimbangan: makanan yg dijual di kampus kurang sehat (kebanyakan gorengan) dan mahal.

Whatttt.. sekelas dia masih nyempetin masak karena kepikiran mahal? Such an reminder banget rasanya.

October 12, 2017

We run. We fight. We do our best efford. Cz we know , if we faiI, if we faII, we dont have home to come back. We dont have anyone to feed us when we are hungry.  

September 29, 2017

Should I speak up again?

Jadi sekarang kayaknya bener2 lagi puncak era social media ya. Dimana orang-orang berlomba-lomba menyampaikan pendapatnya di social media.

Dan gue? pengen sih meyampaikan pendapat... dan sesekali gue masih lakuin.

Jadi , sekedar cerita, gue tuh dulu, sempat berada di masa dimana gue bener2 sukaaa banget mengkritisi segala sesuatu. Apalagi sama issue issue yang lagi hot tuh, beuhh...  terus sampai pernah kultwit segala lagi di socmed. *well , jamannya twitter emang.
Semuga gue kritik, pendapat gue bla bla bla.. dst dst.

Tapi sekarang... gatel sihhhh pengen "speak up" lagi di social media, tapi kayak udah lelah gt. Udah.... yaudahlah serahhh lo pada.


June 19, 2017

Love is not a game. Love is life.

June 13, 2017

Yang selalu bersama

Gue nulis simply apa aja yang terlintas dipikiran. Ga tau apakah sudah pernah ditulis di postingan sebelumnya,apa belum, lupa juga. 


Jadi, sebenernya siapa sih yang akan membersamai kita? Selain tentunya diri kita sendiri. 

Saat ini mungkin kita punya banyak teman. Kita pikir teman2 itu akan bersama kita. Nyatanya, teman2 pelan-pelan akan memiliki kehidupan mereka masing-masing dan hidup di dunia mereka masing-masing. 

Orangtua. Akan ada masanya kita pergi meninggalkan rumah, entah merantau atau memiliki keluarga sendiri dan tak lagi bersama mereka. 

Anak. Saat kecil anak akan bersama kita, namun akan ada masanya mereka memilih jalan hidupnya, pasangannya, membentuk keluarga, dan pergi meninggalkan kita. 

Jadi, siapakah yang sejatinya akan selalu bersama kita?

Pasangan kitalah, yang akan selalu membersamai kita. Kapanpun. Dimanapun. Sepanjang usia. 

Jaga dan muliakanlah pasangan. Karena dia lah yang akan selalu kita bersamai, yang akan selalu bersama kita. 
Yang akan selalu kita temani, dan akan selalu menemani kita. 

Saat teman, orangtua, anak, keluarga, saudara, pelan2 mulai hilang dari kehidupan kita, pasangan kitalah yang akan selalu disamping kita untuk menua bersama. Sama sama melalui pasang surut hidup. Yang tidak akan pernah pergi. Yang tidak akan pernah mencurangi.

Jaga dan muliakan pasanganmu.

May 10, 2017

Makin kesini, makin bertambah usia, makin banyak pengalaman, baik pengalaman diri sendiri maupun berkaca kepada pengalaman orang lain, makin banyak nasehat baik dari orang "awam" sampai orang yang "certified" di bidangnya,makin banyak baca, makin banyak mikir, makin banyak merasa,

Makin kerasa prioritasku apa sih dalam hidup. 

For me, prioritasku adalah pasangan dan karir. 


May 03, 2017

Dalam hidup ini, apasih yang kita cari selain perasaan tenang? 


Gak usahlah aneh-aneh.. 
Ga usahlah nyakitin orang lain.. 
Ga usahlah main api atau coba coba atau iseng atau "sekedar" atau "cuma sampai waktu tertentu".

Semua yg gak benar ujung2nya pasti membuat gak tenang. Entah secara langsung maupun gak langsung. Cepat atau lambat. 

And remember, karma works all the way.


April 29, 2017

Dari semua ini aku belajar, bahwa jangan pernah bermain main dengan hati manusia. 


Sekali saja kita menggoreskan luka di hati manusia, balasannya akan cepat sekali datangnya.

April 24, 2017

Ternyata Tuhan memberikan cobaan bukan (hanya) karena ingin menguji kita,karena tanpa diuji pun DIA pasti sudah tau bukan? 


Cobaan itu adalah caraNYA memberikan life lesson kepada kita. 

Cara DIA "ngajarin" kita. 

Cara DIA "ngasih tau" kita. 

March 27, 2017

Permudahlah anak-anakmu untuk dapat santun kepadamu

March 24, 2017

Iri dengan excitement orang tentang kata "pulang".. 


Saat pulang menjadi kata yang mahal bagiku.. 

mahal bukan karena tak bisa... 

tetap mahal karena tidak ada....