Artha Ratu Nauli

A woman. First daughter in family. An over-thinker. Adventurer. Dessert lover.
An engineer graduated from Petroleum Engineering ITB 2008.
Super random person you'll ever meet.

April 14, 2012

The Body Shop White Musk-- review singkat

As i said at a time, keinginan menulis blog itu akan makin meningkat saat kamu terdesak dengan tugas akademik, misal, progress TA. :p

Dipelopori dengan saya yang harus bimbingan TA besok (padahal belum ngerjain apa-apa. Jangan ditiru ya. Abis post ini langsung ngerjain kok. Janji! *crossed finger*), dan beberapa hari belakangan 'terngiang' aroma parfum The Body Shop White Musk melulu -padahal lagi ga ada parfum atau benda beraroma itu di sekitar saya- jadinya tak bikinin overviewnya aja deh.

Saya suka -dan sampai sekarang selalu suka- itu parfum sejak sma. Lumayan sering pake mesti ga kontinu karena kadang pengen penyegaran juga nyobain parfum dengan aroma berbeda. Paling sering pake selama kuliah ini. Dan kontinu -dalam arti habis, beli lagi, habis, beli lagi- ketika semester 5.  Makanya kalau kecium aroma parfum ini, jadi inget masa-masa semester 5 :)

Bagi beberapa orang, aromanya memang bisa dibilang tidak asing. Banyak yang suka juga soalnya. Seringkali pada aroma lain, baru sekali semprot aja udah bikin bersin-bersin kan. Ada juga yang malah bikin eneg karena aroma yang terlalu manis. Saya tidak suka aroma parfum yang terlalu manis, karena sering jadi muak sendiri nyiumnya lama-lama. Lebih suka pada perpaduan segar dan manis. Nah untuk The Body Shop White Musk beda. Aroma lembut, manis, dan segar menyatu dalam sekali waktu tanpa memberikan efek 'nyengat' ataupun eneg meski diaplikasikan berulang-ulang.

Ada juga beberapa parfum yang pengaplikasiannya akan pas tergantung dengan waktu, misalnya enaknya kalau dipake malam saja, atau dipakai pagi-siang saja. Untuk yang ini, saya biasa pakai all day long. Karena menurut saya ya cocok-cocok aja tuh, mau dipake pagi,manis, dipake siang,segar, dan dipakai malam pun, lembut. Dipakai kuliah okay. Dipakai jalan asik. Dipakai acara formal pun cukup elegan. Jadi ga perlu punya beberapa parfum, cukup satu aja dan itu udah pas di segala suasana. Dan ga perlu ngulang-ngulang nyeprotin, cukup sekali aja pas pagi abis mandi. Dan akan tahan kok sampai malam. Aromanya itu lho, gak lebay.

Setelah sederet kelebihannya, menurut saya ada kurangnya juga sih ini parfum. Mungkin karena memang aromanya yang enak-tapi-simpel, membuat parfum ini cocoknya ya dipakai mahasiswa atau ya professional muda. Dengan aktivitas yang masih bisa dibilang tidak terlalu kelas berat. Aroma parfum ini rasanya kurang mengandung unsur high-end. Jadi untuk acara yang super-duper-berkelas, rasanya memang kurang cocok. Hmm kali aja ada yang mau dateng ke grammy award gitu, kayaknya ga usah pake parfum ini deh. Tapi kalau masih setahap makan malam sama presiden sih masih gapapa kali ya.  

Selamat berwangi-wangi ria! Niatkan untuk memberikan kesan baik dan nyaman saja ya..Dan jangan berlebihan. Sip!





4 Kommentarer:

Alwand Ahmad Urkhan

TA nya kerjain woy

Artha Ratu Nauli

omagah sang penjaga dateng! hehehe siyaappp!!!

parfum-ori


Terima kasih infonya gan.
Lumayan buat nambah elmu.

Parfum Ori
Parfum wangi manis.

----------

neno putri

kemaren pas di tester d outlet ragu2..eh pas smpe rmh wanginya emang soft bgt jd nyesel..aku malah pilih yg libertine..