Artha Ratu Nauli

A woman. First daughter in family. An over-thinker. Adventurer. Dessert lover.
An engineer graduated from Petroleum Engineering ITB 2008.
Super random person you'll ever meet.

April 24, 2012

Mau kuliah apa? Dimana? Sama siapa?

Itu bukan versi baru lagunya Sammy Simorangkir kok, jangan panik gitu.. *oke,opening failed*

Ehem, ehem, gak terasa ya adik-adik SMA udah selesai UN aja, dan gue udah TA aja. :)) 
Setelah berkutat dengan UN, walaupun masih deg-degan menunggu hasil kelulusannya, pasti adik-adik juga deg-degan menunggu  masa depan. Mau ngapain setamat SMA ini. 

Kali ini saya coba bicara tentang sehabis SMA lanjut kuliah ya. Nah, adik-adik pasti sudah punya bayangan,atau lebih bagus lagi, cita-cita konkret,mau kuliah dimana setamat SMA ini. Bagi, yang belum dan masih bingung, sebaiknya gerak cepat deh, mencari info sebanyak-banyaknya mengenai jursan perkuliahan yang kira-kira cocok dengan minat adik-adik. 

Saya katakan disini, sesuai minat, bakat mah menyusul. Karena apabila sesuatu itu kita jalani dengan minat yang kuat, keberjalanannya pasti akan  baik dan hasilnya pun insyaAllah akan baik pula. 

Nah, gimana sih caranya menemukan jurusan yang pas sesuai minat? berikut tips-tipsnya (berdasarkan pengalaman pribadi :) )

1. Pahami ketertarikanmu.
Misalnya, kamu suka jalan-jalan, atau kamu suka mengerjakan sesuatu yang detail, suka hal-hal berbau teknologi, suka dengan laut, kamu bercita-cita kerja di luar negeri dan keliling dunia, senang berinteraksi dengan masyarakat, senang masuk TV, punya jejaring bisnis sendiri, atau apapun. 
Hal yang paling mendasar, kenali ketertarikan kamu dalam hal apa.

2. Pahami potensi di dalam diri kamu , secara jujur.
Misalnya, kamu didorong orang tua atau keluarga masuk jurusan kedokteran, tapi kamu tuh sebenarnya gampang banget bosen, kamu phobia darah, dan ga betah dengan pelajaran yang kebanyakan huruf daripada angka seperti biologi, dan sebenarnya sangat tertarik dengan hal yang sifatnya ngutak atik mesin. Atau bisa juga, kamu selama ini terkenal pemalu, ga suka panas-panasan karena kalau panas-panasan akan gampang sakit, dan senangnya justru bersahabat dengan setumpuk data dan paling jago matematika.

3. Baca prospek kedepan
Nah untuk yang ini sebenarnya agak dilema juga sih saya nyebutinnya, jadi gini, sebenarnya, yang namanya menuntut ilmu itu haruslah pure atas dasar ketertarikan diri sendiri, dan menuntut ilmu itu adalah proses meningkatkan nilai diri. Tidak lebih. Tidak kurang. Namun, tidak bisa kita pungkiri bahwa dengan kondisi sekarang, jenis basic pendidikan sedikit-banyaknya mempengaruhi lapangan kerja seseorang, I mean, hal itu menentukan orang tersebut akan mengerjakan hal apa nantinya setelah bekerja. Misalnya, seorang sarjana teknik perminyakan pada umumnya ya bekerja tidak jauh dari dunia migas/energi. Sarjana IT ya bekerja mengurusi sistem informasi di suatu perusahaan/organisasi. Sarjana farmasi pada umumnya ya bekerja di dunia yang tidak jauh dari obat dan bahan kimia. Dan sarjana ilmu antropologi...ilmu politik..saya kurang tau juga sih kerjanya dimana selain jadi dosen. Hehe pengetahuan saya juga terbatas,maaf. Walaupun ada juga orang yang kerjanya di luar bidang perkuliahannya ya, tapi dalam hal ini kita bicara dalam bidang yang sama aja dulu, samakan frame,okay :)
Nah, disini, kamu mesti berkhayal dulu nih, maunya kerja di bidang apa. Dalam arti, nanti ngerjain apa setamat kuliah. Ngutak atik lapangan minyak, ngutak atik software, ngutak atik manusia, ngutak atik robot, punya jaringan bisnis,dan sebagainya.Tidak bisa dipungkiri juga, kalian harus aktif mencari informasi tentang prospek bidang tersebut secara ekonomi. Tanya sana sini, lihat, dengar,baca, banyak deh. Lihat juga orang-orang besar dan sukses kebanyakan dari jurusan apa atau perguruan tinggi mana. Orang besar gak harus presiden Amerika, menteri, atau pemilik jejaring bisnis internasional loh, ya kalau mau mencontoh dari mereka juga tak apa sih, tapi bisa juga om kamu, tante kamu, ayah kamu, artis idola kamu, pokoknya siapapun yang menurut kamu oke deh.Nah,itu juga akan membantu kita mengerucutkan 'target' kita.
Walaupun kita tidak boleh lupa bahwa, kembali lagi, rezeki itu totally hak Yang Maha Kuasa untuk memberikan pada siapapun yang Dia kehendaki.

4. Pikirkan faktor lainnya.
Misalnya kamu tuh cenderung bisa tinggal berjauhan dari orang tua atau enggak. Karena tidak jarang, jurusan tertentu adanya cuma di universitas tertentu. Di daerah tertentu. Atau bahkan di negara tertentu. Dan belum tentu itu daerah yang sama dengan tempat tinggal kamu. 
Kalau harus jauh, fikirkan segi keekonomian saat ini. Segi kesehatan kamu. Segi jarak dan cara tempuh,dll.

 5.Jangan pernah kuliah karena kepepet. 
'Ya terserah deh mau kuliah apa, yang penting S1 aja dulu. Kuliah jurusan apanya mah bebas, ntar juga mentok-mentok ngelamar aja di Bank.' Memang, ngelamar kerja di Bank itu udah yang paling aman.  Dari jurusan apa aja masuk. Tapi masa iya cuma gara-gara itu.. Kalau ga dapet di Bank gimana? Karena yang mikir kayak gini juga akan ada 2juta orang lainnya loh.

'Gue ikutin kata emak gue aja. Beliau maunya gue masuk teknik, jadi ya gue masuk sono." Percayalah adik-adik, kuliah itu berat. Tugas ngerjain sendiri. Ujian ngerjain sendiri. Bukan emak kita yang ngerjain..

'Gue kuliah terserah deh dimana.' Nah yang ini pasrah nih. Nekat sama hopeless agak susah dibedakan disini.

 'Gue kuliah terserah deh jurusan apa, yang penting ITB'   Nah , ini namanya cinta buta. Buta - sebuta butanya.

'Gue ngisi PMDK aja deh, jurusan apa aja, yang ga terkenal juga ga apa-apa,biar lulus, gak perlu tes deh. Hompimpa alaelum gambreng' Ini gila. Dikira masuk kuliah itu kayak ngisi lotre. Dianggap ngisi undian aje. Iseng-iseng berhadiah.

 'Gue telat daftar kuliah! Jadi seadanya aja yang buka.' Hey kemaja aja dari kemaren-kemaren?

Nah, diatas itu adalah sedikit dari sekian juta miliar ribu triliyun celetukan orang-orang tentang masuk kuliahnya. Jangan gitu ya dik. Rencanakan sematang mungkin. Buat plan A, plan B, plan C,.., plan Z kalau perlu. Jujur saya pribadi sering agak males lihat orang yang masuk kuliahnya ngasal.

Jangan ngasal! Ini menyangkut hidup kamu!

Kalau saya dulu, sekedar berbagi aja ya, saya sudah mulai bertekat bulat akan kuliah dimana itu sejak kelas 2 SMA. Dari sekian banyak pengamatan, pertimbangan, dan 'wangsit' dari Gusti Allah, pertama-tama saya tentukan dulu jurusannya. Hap. Dapet suatu jurusan, sebut saja teknik perminyakan. Lalu, saya cari universitas negeri yang punya jurusan itu. (plan A ya, kalau plan B nya tentunya universitas swasta yang ada jurusan itu).Waktu itu saya kira jurusan teknik perminyakan ada di beberapa universitas, ternyata enggak. Cuma ada di ITB (negerinya). Agak gamang juga sih,jujur serem juga, bisa ga ya menembus ITB yang 'katanya' susyee.. 

Dengan tekat yang bulat dan mimpi yang besar, yaudah, saya tegaskan aja kalau saya ingin masuk teknik perminyakan ITB. Mulailah saat itu saya mencari informasi bagaimana cara menembus perguruan tinggi. Ternyata caranya cuma dua: beribadah keras dan belajar keras. Tidak ada cara lain.

Beribadah kerasnya apa aja nih kakak?
Shalat 5 waktu + perbanyak amalan sunah, seperti shalat tahajud, shalat duha, membaca Al-Quran, puasa senin-kamis, sedekah, menolong orang, dan banyak lagi.

Belajar kerasnya bagaimana kakak?
Belajar di kelas pastinya, isi waktu luang dengan diskusi pelajaran dan mengerjakan soal, hilangkan kebiasaan nonton tv,pacaran, atau aktivitas non produktif lainnya. Bangun lebih pagi, baca pelajaran sebelum berangkat ke sekolah. Tidur lebih larut, ulangi pelajaran yang telah didapat, dan mengerjakan soal (lagi). Capek sih memang kedengarannya.. tapi kalau sudah dijalananin,lagi-lagi dengan mimpi dan tekad besar sebagai bahan bakarnya, insyaAllah menjadi ringan-ringan aja kok.

Fokus, serta niatkan semua karena Allah, karena orangtua, karena keluarga, pasti dimudahkan oleh Sang Maha Pemilik Ilmu..
 
Jadi, buat adik-adik yang akan memasuki jenjang kuliah, yuk, tentukan masa depan kamu, belum terlambat kok buat memulai beribadah keras dan belajar kerasnya.

Semangat!












0 Kommentarer: